|
Kenyataan Di Balik Fantasy Film Porno ! |
|
|
|
|
Ditulis oleh Riktubi
|
|
Minggu, 18 Januari 2009 |
Dibawah ini adalah surat dari ex-pornstar Shelley Luben yg akhirnya bisa keluar dari dunia gelap Porn Industry dan sekarang menjadi aktivis yg berjuang melawan ekploitasi sexual terhadap gadis-gadis muda Amerika dalam film porno.
Maaf mungkin terjemahannya gk begitu bagus. I’ll try my best ok….
Here….
Gadis cantik, tubuh sexy, naked dan mata yg membangkitkan gairah seakan-akan berkata “ I Want You” Itu yg biasa kamu lihat di cover film porno, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.
Percayalah, Aku tahu.
Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada UANG. Aku tidak pernah menyukai sex. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yg dibayar seperti aku untuk “berpura-pura” di film.
Ya Benar tidak ada diantara kami – gadis-gadis blonde yg menyukai being in porn movie.
Kami benci disentuh oleh orang asing yg sama sekali tidak peduli dengan
kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat
dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar
mandi saat break syuting. Sedangkan yg lainnya berusaha menenangkan
diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.
Tapi Porn Industry ingin agar KAMU selalu berpikir
kalau kami artis porno sangat menyukai sex. Mereka ingin kamu percaya
bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis
adegan di film.
Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yg akan
mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami
hanya diberi dua pilihan oleh produser : “Lakukan atau Pulang Tanpa
Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi.” Iya memang benar kami
punya pilihan. Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang.
Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.
Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau
tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yg sukar
disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dgn menahan
sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan
pistol. Mati
Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yg berantakan
dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau
tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan
boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada
diatas tubuh kami. Jadi sejak kecil kami belajar bahwa sex bisa membuat
kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu
kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap
menitnya.
Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada
alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan
akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya. Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll
setiap hari menghantui kami. Memang setiap bulan kami diperiksa tapi
kamu tahu kalo hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular
penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tdk
kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka
pada organ tubuh bagian dalam kami.
Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yg normal.
Tapi sangat sulit menjalin hubungan yg normal dengan laki-laki biasa,
maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno
atau menjalani hidup sebagai lesbian. Buat aku momen yg gk akan
terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya
yg telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan
terus mengingatnya juga.
Pada hari yg lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di
tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tdk suka
bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk
membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak
sendiri. Biasanya kami memesan makanan yg kemudian kami muntahkan lagi
karena kebanyakan dari kami menderita bulimia.
Bagi artis porno yg memiliki anak, kami adalah ibu yg paling BURUK.
Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali
saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yg berumur 4 tahun yg
menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena
alasan sex) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan
menyuruh mereka untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku
dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.
Kebenarannya ada di luar sana…. Tidak Ada Fantasi di Porn Industry.
Semua Tipuan...
Kalo kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin
kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya
kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua
trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya
sendiri.
Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan
dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus
air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau
berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua
kesalahan kami di masa lalu.
Porn Movie tidak lebih dari Sex Palsu dan Tipuan Kamera. Percayalah…….
( Dedicated to all the porn actresses who caught HIV, died from drug overdose and committed suicide. )
Semoga info ini bermanfaat bagi kalian, khususnya yg kecanduan nonton bokep….
Sumber dari : http://www.blazinggrace.org/cms/bg/truthbehindfantasyporn
info ini didapat dr Blog sebelah... di post oleh Riktubi
|
|
Terakhir kali diperbaharui ( Minggu, 18 Januari 2009 )
|