|
Menerima ! Maka akan semakin Mengenalinya ! |
|
|
|
|
Ditulis oleh MasIdan
|
|
Senin, 05 Mei 2008 |
Patah Hati ke-7 ? Menerima ! Maka akan semakin Mengenalinya !
Oke Bro..! Gak usah bahas lagi tetang Patah hati ! Dah bosen nihc... !
Tapi jangan terkesan nyerang orang-perorangan lo..? O... tidak Bro ! Ini persoalan banyak orang ! Emangnya yang patah hati cuman Masidan doang ?
Ingat Bro..!
Insan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang normal. Hampir sebagian besar dari mereka pernah merasakan peristiwa ini. Walau taraf patah-patahnya berbeda-beda ! Ada yang ringan, sedang, bahkan sampai berat sekalipun ! Ini masalah yang sangat normal dan wajar ! Cuman, soal ini dirasa seperti aib, jadi banyak dirahasiakan oleh mereka. Coba ! Kalau mereka mau blak-blakan ! Wah..., bakalan akan jadi lelucon di antara mereka !
Coba bayangin Bro..! Jika ternyata mereka pernah mengalami semuanya. Kan malah jadi lelucon di antara mereka. Wah.., kita bahas lain kali aja ya, topik ini !
Oke..! Ayo.. kita menukik aja ke masalah yang lebih dalam dari persoalan patah-patah ini.
Apa itu Bro...? Apa lagi kalau bukan dendam !
Memang...., Sangat manusiawi jika kita harus kecewa ! Ya..., karena apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan dan impian ! Karena tidak sesuai yang diharapkan, maka wajarlah jika akan melahirkan wujud dari kekecewaan itu !
Kecewa ? Hanya akan melahirkan dua wujud rasa dan perasaan ! Pertama, Adalah wujud berupa dendam ! Kedua, Adalah wujud yang implementasinya berupa keterpaksaan untuk menerima semua itu !
Terpaksa menerima ? Karena sadar, bahwa tak ada yang lebih utama dari sebuah kekecewaan ! Kecuali harus menerimanya !
Menerima ! Untuk mengambil hikmah dan pelajarannya ! Hikmah dan pelajaran ? Kenapa semua itu bisa terjadi ?
Hikmah dan pelajaran ?
Kenapa ? Kenapa ? Bisa terpesona dengan kambing-kambing berkumis klimis ? Mudah tak perdaya dengan mulut baunya ? Bisa terbuai dengan omongan besarnya ? Menjadi terlena hingga bisa tergolek ke pelukkannya ? Kenapa ? Kenapa Bro...?
Kenapa dipaksa harus menerima ? Kemudian mengambil pelajarannya ! Merenung ! Membuka cakrawala ! Mengevaluasi diri ! Mengoreksi ?
Kenapa ? Kok bisa ? Menjadi milik kambing durjana ?
Ini lebih utama ! Hingga terbuka cakrawala ! Cakrawala akan dunia kambing-kambing mempesona !
Terbuka cakrawala ! Untuk tak pernah keliru ! Takkan pernah jatuh ! Keliru dan jatuh ke pelukkan manusia-manusia berkepala kucing !
Terbuka cakrawala ! Hingga menjadi tahu ! Siapakah sebenarnya kambing-kambing tak berperi itu ! Menjadi tahu, Siapakah kucing-kucing berkepala dua itu !
Atau juga... Dengan memaksa menerima kepedihan itu, Kita menjadi sadar ! Jangan-jangan...! Kitalah yang telah menciptakan para kambing itu ! Atau juga, kitalah yang telah menciptakan kucing bunting itu ! Kambing dari kambing yang bukan kambing ! Kucing bunting yang bukan dari kucing !
Mungkin, Bisa saja.... Karena sikap kita yang semaunya ! Yang seenaknya ! Yang tak bisa mengendalikan amarah yang meledak-ledak ! Yang bisa memaki-maki bak kandang hewan !
Jangan-jangan... Semuanya terjadi karena kesalahan diri kita ! Yang memaksa semua mengembek saja ! Semua dipaksa untuk memahaminya ! Tanpa mau tahu bahwa dia juga manusia ! Dengan seenaknya melecehkannya !
Wah...! Pokoknya ! Semuanya bisa saja terjadi ! Karena telah dipicu oleh kesalahan diri ! Tapi tak pernah mau tahu diri !
Coba bayangkan Bro...? Kambing yang bukan kambing mana ?
Kucing yang bukan kucing mana ? Yang bisa bertahan ! Kalau merasa hidupnya bagai neraka ! Penuh caci-maki ! Nyanyian Binatang ! Piring terbang ! Koor sampah-sampah menjijikan ! Selalu saja terdengar ! Selalu saja dipertunjukan !
Kambing yang bukan kambing mana ? Kucing yang bukan kucing mana ? Yang bisa bertahan ! Menghadapi semuanya ! Coba bayangkan Bro...?
Itu semua bisa ada dan kita rasa kalau kita mau menerima ! Mau menerima dan mengambil hikmah pelajarannya ! Hikmah dan pelajaran ! Tentang apa yang terjadi sebenarnya !
Bukan malah wujud dendam yang keluar dari sebuah rasa kecewa ... Dendam ! Tak mau menerima ! Malah semakin gila ! Gila ! Untuk bisa membuktikan diri ! Menyakiti banyak kambing dan bukan kambing ! Menyakiti banyak kucing dan bukan kucing ! Persetan dengan kambing juling ! Persetan dengan kucing bunting !
Pokoknya Bro... ! Mereka... Harus digunting-gunting ! Digunting-gunting jantungnya ! Hatinya ! Kalau perlu ! Jiwa dan raganya sekalian !
Persetan dengan kambing atau bukan kambing ! Persetan dengan kucing atau bukan kucing ! Yang penting gunting-gunting ! Salah sendiri jadi komunitas kucing atau kambing ! Yang penting gunting-gunting Bro...!
Begitulah dendam Bro...! Yang dilahirkan dari ujud kemarahan ! Kemarahan ! Yang dilahirkan dari ujud kekecewaan !
Yang penting puas Bro... ! Yang penting lega Bro... ! Bisa mengunting-gunting !
Hwua...ha...ha...! Bisa tertawa lepas ! Hingga serasa lepas dari tekanan ! Suaranya pun memekakkan telinga yang ada di sekilingnya ! Sebagaimana bunyi ledakan ! Ledakan tawa ! Kuatnya ledakannya ! Oleh tekanan yang selama ini selalu ada !
Dendam ! Menyimpan amarah ! Menyimpan kecewa ! Puas ! Lega ! Meledak kuat ! Keluar tawa ! yang memekakkan telinga !
Hwuaa..ha...ha...! Kak...kak...kak...! Hwua..ha...ha.. kak...kak..kek...kek. Sampai habis suara !
Tapi sayang sungguh disayang ! Hanya akan mendapat puas dan leganya ! Tapi takkan pernah mendapat apa-apa ! Takan pernah terbuka cakrawalanya ! Terus dan terus tertutupi hatinya ! Tentang sebuah kebenaran ! Pasti akan melawan karena tak pernah paham !
Sebagaimana pembohong ! Maka takkan mudah percaya dengan kejujuran ! Tapi malah mudah percaya oleh kelihaian pembohong lainnya !
Demikian juga dendam ! Maka akan semakin sempitnya cakrawala ! Hingga takkan mudah percaya dengan ketulusan ! Namun malah bisa terpedaya oleh kelihaian kambing yang lebih berbahaya !
Hwuopwo Twoemon...! Hidup ini memang akan terus berkembang luas ! Kecuali mereka, Yang mudah terkalahkan oleh roda-roda kegilaan Zaman ! Hwuopwo Twoemon...!
Disambung lagi yang akan datang...... Udah ngantuk.......! Sampai kepalaku tekluk-tekluk... !
*** Tulisan ini selalu saya persembahkan pada yang terkasih.... Baik benci ataupun suka ! Semua kan kupersembahkan kepadanya... Bukan yang lainnya... walau tampak begitu adanya.... Tapi hati ini selalu bicara... Bicara... Tentang kenyataannya.... *** ttd Masidan.
|
|
Terakhir kali diperbaharui ( Senin, 05 Mei 2008 )
|