|
Kebohongan Pembawa Malapetaka !
Komi, 14 thn, Mahasiswi,
Surabaya.
3 Mei
2005.
Saya anak pondokan. Saya juga sekolah, nilai
saya menurun dan saya di suruh keluar dari pondok, karena nilai itu tadi. Semua
keluarga saya setuju, tapi saya tidak setuju. Apalagi saya habis bohongin orang
tua bahwa saya sudah bayar spp (pondok+sekolah). Saya kebingungan, soalnya saya
belum bisa membayar spp itu. saya sudah cari alasan, tapi saya tetap kalah. Saya
sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi ,lantas apa yang harus saya perbuat ?
Tolong di jawab dengan secepatnya soalnya tidak ada waktu lagi....!
MasIdan.
Tidak ada
Tempat Terhormat bagi para Pengarang Cerita !
Dik Komi yang kelimpungan, yang
tampaknya kehabiasan ide cerita dari sebuah drama yang sebenarkan akan di
pentaskan sesuai rencana. Namun sayang pembuat ide cerita sudah diketahui
siapakah pengarangnya. Pengarang yang sudah mereka hapal betul ceritanya. Cerita
yang mula-mula dipercaya akan menjadi sebuah pementasan drama yang cukup
menarik. Namun sayang sungguh disayang, pembuat ide cerita sudah terlalu banyak
mengarang cerita, sehingga ade ceritanya lama-kelamaan menjadi tidak laku di
pasaran. Karangan-karangan yang sudah sekian banyak dikarangnya, sehingga sudah
tidak menarik lagi untuk dipentaskannya. Sebab produser tahu siapakah
pengarangnya. Pengarang ide cerita yang sudah membuat bosan para penontonnya.
Karena kebetulan juga para penonton sudah tahu siapa pengarangnya, dan apa yang
akan dikarangnya. Tampaknya para penonton sudah tahu ide ceritanya. Ide cerita
yang pasti akan sangat membosankannya ?
Kasihan sungguh kasihan si pengarang
cerita itu, karangan ceritanya sudah tak laku untuk dijual. Habislah sudah
riwayatnya, karena sudah kehabisan stok ceritanya. Sudah nggak laku, kehabisan
cerita. Kasihan sungguh kasihan si pengarang cerita itu. Tinggal menunggu waktu
akan kebangkrutan hidupnya. Kebangkrutan hidup yang dipertaruhkannya dari
kesukaan mengarang cerita. Awalnya memang banyak membuahkan hasil dari
cerita-cerita karangannya. Namun jelas dijamin akan sial karenanya, karena para
penonton lama-kelaman tahu apa yang dikarangnya. Sebuah karangan yang pasti akan
membosankannya. Kasihan nii..ye..!
Kakak berani menjamin anda adalah
sosok orang yang sangat pandai berbicara. Sangat pandai berbicara dengan segala
tingkah laku dan aksinya. Aksi-aksi yang awal-awalnya orang akan tertarik
mendengarnya. Awal-awalnya orang pasti akan mempercayainya. Namun
sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga.
Kakak juga yakin, orang-orang sudah
anda kibuli itu sudah tahu aksi-aksi adik itu. Mereka sudah sangat tahu sebelum
anda mencoba membuat ide cerita. Dan saya sangat tidak yakin orang tua anda
tidak tahu perbuatan anda. Anda memang dijebak supaya kehabisan cerita, kakak
sangat yakin dengan ini. Namun sayang adik belum sadar juga dengan permainan
mereka. Sebuah permainan yang menginginkan anda supaya kehabisan cerita. Dan
biar anda bisa merasakannya, bagaimana rasanya kehabisan cerita. Sebuah cerita
yang sudah tak mungkin dijualnya.
Sudahlah dik menyerah saja. Menyerah
untuk mempertanggungjawabkan semuanya. Mempertanggungjawabkan semua ide cerita
yang sudah tak laku dijualnya. Persoalan anda sebenarnya tidaklah terlalu sulit
untuk di pecahkannya. Sebab semua sudah tahu cerita anda. Entah mereka pengurus
pondok, entah mereka pengurus sekolahan, keluarga anda, dan bahkan sangat yakin
orang tua anda, sudah tahu semuanya. Karena itulah sekenario mereka, yang ingin
membiarkan si pengarang cerita itu kehabisan stok karangannya. Dan mereka tahu,
bagaimana rasanya kalau pengarang cerita kehabisan ide karanganannya.
Kakak tidak yakin, anda akan
dikeluarkan dari pondok karena nilai anda yang turun itu. Akan tetapi anda
diancam akan dikeluarkan dari pondok, kalau anda masih ingin menjadi pengarang
cerita. Pengarang cerita yang sudah kehabisan stok karangannya. Merka sudah tahu
semua. Sekarang tringgal anda, maukah adik menyerah menjadi pengarang cerita.
Dan dengan jujur mengatakan pada mereka semua, bahwa ternyata menjadi pengarang
cerita yang enak cuma awal-awalnya saja. Ternyata menjadi pengarang cerita itu,
enaknya kalau karangannya sedang laku untuk dijualnya. Namun ternyata itupun
hanya awal-awalnya saja. Dan karena mereka sudah hapal betul karangan ceritanya,
maka siapakah yang mau membeli karangan anda itu.
Sudah kami tegaskan diatas, bahwa
semua sudah tahu kebohongan anda. Namun anda tidak menyadarinya. Seakan yang
anda tahu mereka, kelurga, dan orang tua anda, tidak akan pernah tahu kebohongan
anda. Sehingga anda merasa ketakutan dan tak tahu harus berbuat apa. Ketakutan
dan tak tahu harus berbuat apa itulah, yang memang sudah disekenariokan kepada
anda. Dan mereka berhasil, anda dibuatnya tidak berkutik atas perbuatan anda
senang mengarang cerita.
Ayolah dik, di situs ini sangat
tidak menempatkan seorang pengecut yang tak mau mengakui kesalahannya, pada
tempat yang menyenangkan. Kecuali situs ini hanya ingin menyadarkan semua orang
untuk bisa menjadi seorang yang kesatria. Sebab kakak tahu betul, tidak ada
sedikitpun tempat yang terhormat bagi para pengecut yang tidak mau
mempertanggung jawabkan semuanya. Seorang pengecut yang tak mau dimarahi
keluarga dan orang tua atas perbuatannya. Paling-paling kalau anda ketemu orang
tua yang paling kejam di dunia, anda mungkin akan dirajamnya. Namun kami yakin
anda cuma di minta untuk mengakuinya mengarang cerita dan menyesalinya. Mudah...
kan...! Lha wong mereka sudah tahu semua !
Kebohongan adalah Lelucon yang
sangat Nyata !
Sudahlah dik anda masih muda, apapun
kepandaian anda kalau hanya soal karang mengarang cerita pasti akan ketahuan
juga. Karena sangat jelas karangannya dan seperti apa hasilnya, orang dewasa
(khususnya di lingkungan pondok itu) sangat akan tahu segala prilaku yang akan
anda pentaskan nantinya. Jadikanlah ini lelucon yang sekali saja, bukan yang
berikut-berikutnya. Apa kita tak ingin punya rasa malu, yang selalu ingin
membuat lelucon yang berikut-berikutnya. Sebuah lelucon yang pasti akan ketahuan
siapa pengarang ceritanya. Kami yakin suatu ketika adik ingin sekali membuat
lelucon-lelucon baru yang mungkin sangat canggihnya. Namun kakak berani
menjamin, kecanggihan anda mengarang cerita tak akan bisa mengalahkan
kecanggihan mereka untuk mengetahui siapakah pengarang ceritanya. Masih ingin
membuat lelucon lagi ?
Tidak ada sejarah dalam perjalannan
umat manusia, yang bisa jaya hanya di lakukan dengan kebohongan belaka. Mereka
malah menjadi bahan lelucon gratisan, yang nerocos omgannya. Omongan tentang
kebohongannya yang sudah banyak di ketahui para pendengarnya. Mereka mendengar
seakan penuh dengan perhatian dan kekagumannya. Bahkan mereka sering terseyum
dan tertawa mendengar kebohongan yang dibuatnya. Hebatnya lelucon yang dibuat
pembohong itu, tidak disadarinya. Tidak disadarinya bahwa para pendengar itu
sudah tahu kalau dia telah membuat lelucon akan kebohongannya.
Berapa tenaga dan pikiran yang
digunakannya untuk membuat lelucon akan kebohongannya. Jangan dikira mereka
membuat lelucon tanpa pikiran dan tenaga, walaupun mungkin tak disadarinya.
Kakak sangat heran yang sering dilakukan para pembohong yang sangat nyaring
bunyinya itu. Tidak kapok-kapoknya mereka melakukan kebohongan, walaupun
disekitarnya sudah sangat tahu siapa pemainnya. Tragisnya si pemain itu tidak
tahu kalau pendengarnya tahu, kalau ia telah membuat lelucon tentang
kebohongannya. Aualah mak ! Sudah banyak kehilangan tenaga dan pikiran yang
digunakanya, ternyata hanya ditanggapi dengan seyuman yang sama sekali tidak
mempunyai makna apa-apa. Pokoknya kasihanlah mereka.
Belum lagi pekerjaannya yang terus
menerus menutupi kebohongan yang sudah diketahui banyak orang itu, ditambah
prilaku yang terkasan gagah dan perkasa. Prilaku yang seakan gagah dan perkasa,
hanya demi lebih menyakinkan penampilannya untuk menutupi kebohongannya itu,
padahal semua orang sudah mengetahuinya, siapakah dia sebenarnya. E... sudah
ketahuan kebohongannya, e... masih bisa berlagak lagi. E..aulah..mak... kok
bisa-bisanya !
Memang para pembohong tu akan
mendapat tempat yang cukup terhormat untuk sementara waktu, di lingkungan
barunya. Ya itu tadi, karena siapakah pembuat leluconnya, mereka belum
mengenalnya. Namun waktu akan terus berjalan untuk selalu menunjukkan
kebenarannya. Karena waktu tak akan pernah bisa untuk dibohongi dengan apapun
juga dan kecanggian seperti apapun supernya. Waktu akan tetap menunjukkan
kebenaran yang telah terjadi di dalamnya. Jadi nasib para pembohong itu hanya
tinggal menunggu waktu untuk membongkarnya. Membongkarnya, siapakah yang telah
menjadi pembuat lelucon tentang kebohongannya itu. Prilaku kebohongan yang
seakan hanya sesaat saja untuk bisa dinikmatinya.
Namun dasar pembohong yang tak mau
belajar pengalaman dan hikmahnya. Jangan heran kalau mereka lebih senang
berpindah-pindah lingkungan barunya, yang mungkin bisa menerima lelucon
kebohongannya. Kemudian mereka seakan bisa tampil dengan gagah dan perkasanya,
demi untuk menutupi kebohongannya. Kepalanya serasa di dongakkan keatas danga
senyum sungging yang serasa membanggakannya. Ia lakukan itu demi orang semakin
percaya dengan omongan nerocosnya. Omongan yang seakan nyaring bunyinya. Omogan
yang seakan sangat enak didengarnya. Omongan yang seakan sangat menyakinkan.
Sangat menyakinkan karena dilakukan dengan tenaga dan pikiran yang sudah
terlatih membuat lelucon kebohogan.
Namun sayang waktu adalah kebenaran.
Dan waktu tidaklah mungkin bisa dibohongi, di bohongi oleh siapa saja yang hidup
di bumi ini. Namun herannya, mereka bisa merasakan jika kebohongannya itu akan
terbongkar. Sebuah naluri yang terlatih untuk mendeteksi kebohongannya, yang
akan segera terbongkar. Maka bersiap-siaplah mereka berbenah diri untuk mencari
tempat yang baru, demi untuk mempertahankan kenikmatan menjadi sang pembohang
yang sejati. Namun dasar pembohong yang tak tahu diri, tetap saja tidak ingin
menghentikan membuat lelucon kebohongan, yang sama sekala tidak lucu itu. Mereka
hanya akan mengejar keuntungan-keuntungan sesaat saja. Mereka hanya mengejar
kenikamatan-kenikmatan yang sesaat saja. Mereka hanya merasa puas mendapat
kehormatan sementara waktu saja, dengan kebohongannya.
Kami heran, mereka belum kapok-kapok
juga menghadapi kebohongan-kebohongannya. Namun banyak dianatara mereka akan
berhenti dengan sangat terpaksa karena sudah terbentur dengan tembok besar.
tembok besar yang sudah tidak memberi tempat bagi dia untuk berbuat kebohongan
lagi. Tembok-tembok besar yang baru menyadarkan mereka jika sudah membawanya ke
penjara. Tembok besar yang telah menjebaknya ke kasus yang rumit dan besar.
Tembok besar yang menjadikan ia sudah sangat terperosok jauh di dalamnya. Saat
itulah mereka baru menyadarinya. Menyadarinya kalau ternyata Menjadi pembohong
itu hanyalah akan menjadi malapetaka !
Maka bagi Siapa Saja yang ingin Menunai Malapetaka, maka Sebarkanlah Kebohongan
yang ada ! Dan di Jamin, Siapa Saja akan Menyesalinya, setelah Terperosok Jauh
ke dalam sana !
Ingat jangan sampai
ketinggalan satu topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak
dilupakan oleh sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah
dan pelajarn dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun
dari tidur yang terlalu lama !. Terimakasih !
|