Jadilah Orang " GILA "... Kalau  ingin " SUKSES ".... !!!

You KuSaKiTi... karena KuSaYaNgi....

Jadilah Orang " KeBANYAKkan "... Kalau ingin " Selalu GAGAL" !!!

 
 
     
 
 
Byethost Free Hosting

Ebook Gratis !!!

  

  

Byethost Free Hosting  

Login Form






Saya lupa passwordnya?
Belum punya Username & Password? Daftar Baru!
Kita Suka Buat Masalah ! Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh MasIdan   
Kamis, 10 Januari 2008
 

Kita Suka Buat Masalah !

Kondisi pengguna internet di Indonesia

 

Bagian Pertama

 

 

Sebelumnya mohon maaf dengan judul yang sangat pedas ini. Judul ini terpaksa kami angkat untuk menggugah kesadaran kita, tentang realitas yang dihadapi para netter kita. Tentu saja kalau ada yang marah, menyanggah, geram dan lain sebagainya, kami bisa memahami. Tapi, mari kita kuak kenyataan yang ada dalam dunia maya kita, khususnya para netter. Mereka atau kita semua ( Kebanyakan ) cenderung buang-buang duit daripada memanfaatkan internet sebagai media yang sepadan. Maksudnya, selain kita merogoh dan membuang kocek, seharusnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk lebih bisa mengatasi permasalahan bangsa ini. Kita tak bisa menutup mata dengan keadaan ekonomi akhir-akhir ini. Pengangguran, kemiskinan, kesulitan berusaha dan banyak permasalahan yang harus kita pecahkan melalui dunia internet. Sebab bagaimanapun juga dunia internet tetap merupakan potensi yang besar untuk ikut serta menyelesaikan persoalan - persoalan tersebut.

 

Pengantar di atas, sebenarnya di awali kegeraman kami atas prilaku - prilaku kita yang ternyata tak jauh berbeda dengan orang-orang di atas sana ( para politisi itu ) yang cenderung menciptakan masalah daripada menyelesaikan masalah. Ingat, persoalan PP 37, masalah laptop, dan banyak lagi prilaku-prilaku mereka yang cenderung memuakkan dan membuang-buang uang negara, di tengah-tengah penderitaan rakyat yang semakin sengsara. Mereka selalu berdalih untuk meningkatkan kinerja dan lain-lain. Namun apa yang telah mereka kerjakan untuk bisa mengentaskan banyak persoalan bangsa ini. Mereka lebih suka berdebat, beratraksi cari muka atas nama rakyat, namun bagaimana dengan persoalan lapindo brantas di sidoarjo, persoalan dana DKP dalam pemilihan Presiden. Belum persoalan-persoalan lain, seperti korupsi misalnya, kalau mereka punya kemauan maka hanya butuh waktu singkat untuk menyelesaikan persoalan yang paling mendasar pada bangsa ini. Namun apa yang terjadi ? mereka banyak diam, malah mereka mencoba menyelematkan kader-kader mereka yang menganggap penegak hukum ' tebang pilih'. Namun pada dasarnya isu-isu politik murahan itu hanya supaya korupsi tak bisa dibrantas dan mereka selalu tetap kaya bak seorang raja. Darimana pendapatan mereka kalau tidak dari KKN. Terus kenapa banyak diam ? Sebab, kalau kita mau tahu, ya disanalah sebenarnya SARANG KORUPTOR. Terus muncul sebuah pertanyaan yang tak terbantahkan ! Siapakah yang sebenar yang telah memporakporandakan bangsa ini menjadi terus terpuruk ? Saya yakin anda bisa menjawab dengan tepat !

 

Sudahlah kembali kepada persoalan kita. Biar orang-orang perusak bangsa itu akan mendapat ganjaran kelak. Dan kami yakin-seyakinnya bahwa harta mereka tak membawa berkah sedikitpun, ingat kasus Maria Eva, sebuah cermin yang terkuak dibalik kasus-kasus yang berhasil mereka sembunyikan, ingat ! mereka ahli berbohong dan berprilaku licik !


  

Sudahlah, kembali lagi ke persoalan kita. Dalam berprilaku, ternyata kita tak jauh berbeda dengan mereka. Maksudnya, tanpa sadar kita lebih suka berasumsi berdasarkan teori atau dalil-dali moralitas daripada mencari solusi atas beberbagai persoalan kita, bahkan bangsa kita. Walau mungkin benar asumsi tersebut, akan tetapi pada kenyataannya justru membuat masalah daripada mencari solusi.

 

Lho kok bisa ! Kita harus menyadari bahwa kita hidup pada sebuah keluarga besar, yaitu bangsa indonesia. Terus, dunia internet juga termasuk didalam sebuah keluarga itu, keluarga bangsa. Sehingga tamperamen dan karakter sebuah bangsa juga tak jauh berbeda dengan siapa yang ada di dalamnya. Untuk itu, kalau kita tak berhati-hati, maka kita akan menjadi sistem yang sama dengan yang kami sebutkan yang terdahulu. Yaitu mudah membuat masalah daripada mencari soulusi. Hal ini bisa kita lihat dari kelompok-kelompok diskusi dan sejenisnya. Kelompok-kelompok ini cenderung menjadi 'dua tipe'  yaitu, kelompok ''peremeh'' di satu sisi dan kelompok ''pembeo'' di sisi lainnya.

 

Di satu pihak kelompok 'peremeh' cenderung mencemooh, meremehkan, menjelek-jelekkan, marah-marah daripada menghargai kemudian megajukan perbedaan pendapat secara bijak. Di satu pihak, kelompok 'pembeo' tersinggung dan mencari penguatan pendapat, dengan membeo pendapat terdahulu tanpa reserve dan cenderung permanen ( hubungannya, pokoknya salah dan benar dia bela ) dengan kelompok yang disukai. Padahal harus diketahu sebuah pertemanan ataupun persahabatan tidaklah mungkin akan sama pendapatnya selama-lamanya. Atau sahabat dan kerabat tak selamanya berprilaku benar. Inilah kelemahan 'pembeo' yang membabi buta membela sobatnya habis-habisan.

 

Maka. terjadilah kelompok yang tidak produktif dan masuk akal karena sudah berlandasan blok dan kelompok yang bertentangan. Yang ada cuma perdebatan yang nggak sehat dan cenderung tidak rasional dan bermutu. Untuk itu bisa dipastikan sebuah kelompok diskusi atau sejenisnya kalau tidak mempunyai moderator yang lihai dan cerdik, maka bisa dipastikan kelompok itu tidak berumur panjang alias ditinggalkan orang. Memang seorang moderator mempunyai faktor penting dalam sebuah diskusi atau sejenisnya. Namun, persoalannya kenapa kita tidak menyadari telah menjadi salah satu tipe kelompok di atas. Sebuah kelompok yang cenderung membuat masalah dari pada mencari solusi. Kalau ditegaskan lagi yang bermasalah itu mederatornya atau anggotanya ? Kalau anggotanya, kenapa mesti selalu menjadi salah satu kelompok tersebut ? Kenapa tidak mengakhiri sifat karakter yang lebih memunculkan masalah ? Padahal kebanyakkan tipe-tipe yang ada di masyarakat kita seperti itu ! Siapakah yang akan merugi ! Tentu saja semakin banyak karakter pengguna internet seperti itu, maka yang ada hanya persoalan dari pada sebuah produktifitas yang saling menunjang.

 

Sebuah produktifitas yang mampu mengangkat dunia internet indonesia lebih produktif dan semakin menjanjikan.

 

 

Dunia internet kita menjadi semakin tidak Menjanjikan.

 

Nah ini topik penting yang akan kami angkat untuk direnungkan para netter kita. Marilah kita sadari bahwa dunia internet di indonesia sudah bisa dikatakan tidak berpengharapan secara finansial. Ini berdasarkan fakta semakin lesunya dunia usaha di dunia maya kita. Memang sudah sejak lama orang luar sering mengatakan itu, yah dunia maya penuh penipuan dan akal-akalan. Sebuah stikma yang sudah semakin menterpurukkan dunia ini. Padahal peluang untuk mengadu nasib di sana sangat berpeluang lebar. Namun sayang para neter kita lebih suka membeo daripada mencoba meruntuhkan stikma tersebut. Sungguh sangat disayangkan ! Apalagi menguatnya stikma tersebut tidak luput terkait juga dengan semakin berkembangnya kelompok-kelompok yang kami sebutkan di depan.

 

Memang menjadi sangat disayangkan jika dunia internet hanya menjadi ajang hiburan semata, di lain pihak negara kita masih sangat terpuruk ekonominya. Pengangguran merejalela, kemiskinan di mana-mana, dunia usaha secara umum lesu, namun peluang dunia internet yang sangat terbuka telah dihabisi oleh kelompok-kelompok yang merasa hebat bagai cendikiawan dadakan, sok suci bagai ulama atau ustad kesiangan, Keadaan ini diperparah dengan kelompok-kelompok 'peremeh' dan 'pembeo', yang semakin menyumbang banyak persoalan.

 

Maka jangan heran, dengan pebisnis-pebisnis yang bermain di dunia maya kita, banyak diantaranya ( sebagian besar atau malah hampir semua ) hidup rasanya segan dan matipun rasanya tidak. Ini hampir terjadi di semua lini usaha di dunia maya Indonesia, bahkan banyak yang berguguran,. Padahal banyak di antaranya cukup bonafit. Ada juga yang memulai dengan ide-ide kreatif namun ternyata cepat-cepat diakhiri. Lalu kenapa bisa seperti itu ?

 

Mari coba kita lihat dari para pengguna internet, sesuai perkembangannya. Harus diakui bahwa mereka kebanyakkan para pemula atau paling tidak mereka sekedar berpartisipasi pada banyak hal dalam berinternet ria. Mereka tentu saja tidak punya banyak keahlian tentang hal-hal mengenai dunia maya. Akan tetapi potensi mereka menjadi sangat bisa di optimalkan sepadan dengan perkembangan dunia usaha dan lainnya. Jangan dianggap bahwa semakin semaraknya dunia internet paling tidak semakin sebanding dengan semakin semaraknya dunia usaha di internet. Namun apa yang terjadi sekarang ? Memang warnet-warnet berjamuran dimana-mana. Di lain pihak dunia usaha di dunia maya semakin lesu dan terpuruk. Ada Yang aneh dan perlu diluruskan agar supaya semakin memperkokoh dunia internet kita. Dan teori ini semakin membuktikan bahwa mereka kebanyakan hanya bersuka ria membuang duit di internet. Terus keadaan ini akan bertahan sampai kapan kalau dibiarkan berkelanjutan ?

 

Tidak ada jalan lain kecuali menggairahkan kembali bisnis jaringan dan sejenisnya !

 

Sekali lagi ide ini murni sebuah pemikiran untuk mencoba meruntuhkan kebekuan dunia internet atas prilaku-prilaku orang-orang yang kurang bertanggung jawab, baik disadari ataupun tidak. Orang-orang yang merasa dirinya hebat, namun kenyataannya telah menyumbang semakin banyak pengangguran. Orang-orang hebat yang di dalamnya penuh kedengkian, mau mudahnya, nggak mau memandang secara keseluruhan, tapi tampil bak seorang orator jagoan.

 

Sekali lagi, tulisan ini bukan iklan, promosi atau ajakan untuk mengikuti apa yang kami lakukan. Sebab, pemikiran ini muncul dari kenyataan yang selama ini berkembang. Dan kamipun tak pernah merasa risih diserang atau dilecehkan orang-orang hebat yang hanya mememunculkan masalah dan persolan. Sebab, terlalu mubazir menanggapi mereka yang hanya ingin menang dan suka menyepelekan saja. Terlalu rugi untuk membuang-buang energi dan pemikiran hanya untuk mereka. Namun, akan lebih berguna untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih produktif dan bermanfaat. Sebab kami berpendapat jika bisnis jaringan dan sejenisnya njeblok !

 

Maka bisa dipastikan bisnis lainnya juga akan ikut njeblok !

 

Kenapa bisnis jaringan ?

 

Kita harus mengakui, para neter kita kebanyakan bukan orang yang punya banyak keahlian, baik di bidang usaha maupun di bidan lainnya. Kalau toh banyak tenaga terdidik, sarjana misalnya, merekapun kebanyakan juga nggak bisa berbuat banyak kecuali banyak yang jadi pengangguran. Ini sungguh realitas dan sebuah kenyataan pada bangsa ini.

 

Nah ! Bisnis atau usaha yang paling mudah untuk dimulai adalah bisnis jaringan. Bisnis ini tidaklah membutuhkan keahlian khusus, kecuali dorongan tekad untuk belajar dan berusaha. Menimbang asumsi ini maka masuk akal juga jika kita, para neter yang punya kepedulian di dunia internet bangsa ini, untk mencoba mengubah paradikma yang selama ini berkembang di bisnis jaringan. Sebab tanpa peran kita semua sebagai pemain lama, maka bisa di pastikan dunia internet di indonesia hanyalah sebagai ajang hiburan semata. Ini pendapat yang tidak kliru, internet sebagai dunia hiburan. Namun coba anda lihat di sekeliling kita, saudara kita, famili kita, keluarga kita, sobat kita, masyarakat lingkungan kita, yang ternyata banyak yang menjadi pengangguran dan tak mempunyai skill apa-apa  ! Di lain pihak, potensi dunia maya sebenarnya sangat bisa  didayagunakan untuk kepentingan mereka. Lalu, apakah mereka kita biarkan saja, atau malah disuruh berdoa menunggu rejeki nomplok dari langit. Atau kita hanya bisa omong besar dan membiarkan mereka bertambah mengenaskan untuk jadi pengangguran yang tergila-gila berinternet ria. Atau berkata, sesuai dengan omongan besar kita ; 'Sudahlah nggak usah ikut bisnis jaringan !' 'kamu pantas menganggur saja' 'Sebab itu bisnis penipuan' 'kamu pasti rugi dan nggak ada hasil'. Sayang kata 'menganggur saja' sering disembunyikan. Juga saya ternyata juga pengangguran, tidak ditampakkan atau diakuinya. Orang-orang bertipe punya omongan besar sering mengajak tidak berbuat dari pada melakukan sesuatu. Lagian umumnya orang yang bertipe lihai berbicara, sangat kecil kemungkinan bisa melakukan.  Karena terbiasa mengasah mulut dari pada di imbangi untuk bertindak. Yah itulah kenyataanya !

 

Jadi jangan heran kalau bisnis semacam ini sudah hancur di Indonesia. Bisnis ini telah dihancurkan oleh orang-orang yang sok pintar bak pengamat ekonomi-sosial dadakan. Mereka fasih berteori dan berasumsi bahwa negara maju saja melarang dan lain sebagainya. Tapi mereka lupa, membeo negara maju, akan tetapi lupa hidup di negara miskin yang dipenuhi pengangguran. Mereka lebih suka mencari kambing hitam ( misal, menyalahkan pemerintah ) dari pada mencoba bercermin pada diri dan lingkungan yang seharusnya bisa dipecahkan persoalannya.

 

Ada juga yang tampil bak ulama atau ustad kesiangan, tentang bisnis ini. Haram bung ! Nggak usah bekerja ! Yang penting masuk surga ! Lha wong burung aja bisa makan kok, nggak repot-repot usaha beginian. Mendingan kamu mati kelaparan dari pada melakukan sesuatu yang dikawatirkan harom ! Ingat Surga Bung !Yah.. sebuah pendapat yang tampaknya benar tapi bisa meruntuhkan sebuah peradaban. Peradaban agama yang seharusnya terus menjadi solusi daripada menjadi persoalan. Lalu salah siapa, Agama yang luhur itu, atau penganutnya yang merasa menguasai semua kitab dan tafsirnya ? Manalah mungkin yang salah ajaran agama yang luhur, kecuali ? Anda jawab sendiri saja !

 

Mungkin kalau prilaku, pendapat dan pandangan hidupnya diyakini untuk dijalani sendiri, itu bukan sebuah persoalan. Itu terserah mereka, wong yang menjalani. Namun bagaimana kalau nerocos memprovokasi orang lain untuk menjadi dirinya dan melakukan sesuatu sesuai dirinya. Inilah yang membahayakan dan tak bisa diterima !

Kembali, kami mengajak semua neter untuk mencoba merenungkan kembali tentang sebuah paradikma di bisnis internet yang selama ini berkembang. Apakah semakin menjanjikan atau semakin tidak ada peluang sama sekali. Bukankah kalau kita jujur bisa berharap banyak di dunia ini ? Terus di mana kita bisa mendorong gairah bisnis di internet secara keseluruhan ? Di mana bisnis itu tak membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang cukup. Ini sesuai dengan kondisi realitas para neter baru yang tampaknya terus berkembang. Akankah kita giring dengan omongan besar kita untuk jadi pengangguran dan hanya buang-buang duit belaka ? Ataukah perlu kita giring untruk belajar memulai berbisnis yang paling sederhana ? Kemudian kalau mereka beruntung bisa mendirikan sendiri ? Tentu saja semakin mereka berkembang dan produktif bisa di pastikan dunia maya kita akan menjadi terus semarak dan produktif, tak terkecuali pemain-pemain lama ? Terus siapa yang akan diuntungkan ? Cobalah untuk refleksi sejenak dengan prilaku kita selama ini, di dunia maya bangsa kita ! Apa kita perlu menunggu para politisi kita yang nyata-nyata sudah tak bisa diharapkannya. Atau malah kita akan meniru mereka ?

 

 

Bersambung.... bag. kedua



Comments
Add NewSearchRSS
Write comment
Name:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 

Powered by JoomlaCommentCopyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.Homepage: http://cavo.co.nr/

Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 27 November 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Google


 Locations of visitors to this page

 
 
site statistics
Hari ini134
Kemarin...179
Minggu ini...313
Bulan ini...2257
 

Pesan/Iklan Gratis !



Free chat widget @ ShoutMix
Byethost Free Hosting